Peluh keringat menetes di dahi,
Semangat membara di hati,
Ingat belahan hati di jauh mata memandang. Baca entri selengkapnya »
Posted by interface pada November 26, 2007
Peluh keringat menetes di dahi,
Semangat membara di hati,
Ingat belahan hati di jauh mata memandang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by interface pada November 23, 2007
Sik dilut wae
Sik…..
Tak cuilno waktu bengi
Kanggo pituduh katresnanku marang sliramu
Sik…….
Tak jupukno waktu esuk
Gawe ngancani lelampahi awakmu makaryo
Langite wis katon padhang
Lintange wis katon sumebyar
Mbulane wis katon ndadari
Nanging sliramu durung tekan kene
Ing pertaman atiku
jack_efendi Seniman Muda Mojokerto
Ditulis dalam Puisi | 1 Komentar »
Posted by interface pada November 23, 2007
Sobat….
½ hatinya telah engkau miliki
½ cintanya telah engkau gengam
½ jiwanya telah engkau rangkul..…
Kenapa tidak engkau ambil semua biar genap hatinya untukmu
Kenapa tidak engkau ambil semua cintanya biar jadi sempurna.
Kenapa tidak engkau rengkuh seluruh jiwanya untukmu
Biar aku memegang bayangnya…
Biar aku memandang dalam kesemuaan ini…
Tapi biarkan satu hati ini untuk beriklas…dan tulus…..
Untuk kebahagianmu….-
(Write by IBM lenovo 172.16.104.240)
12:25 di tengah malam sunyi….
Post By : Budi Rifai <budi.rifai@ZZZ – Tgl 27 Oktober 2007 Jam 0:25:44 WIB
Ditulis dalam Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by interface pada November 23, 2007
Aku rebahkan diri
Di hampar biru mushola
Di atas laut yang hening
Mencoba merasakan lirih angin
Dalam tangis bayi dan tempias garam
Getar azan membelai belai
Helai- helai rambutku
Selalu ada perjalanan
Untuk kembali
Ke dalam diri setelah air wudhu
Membasuh hati dan juga hari
Tapi yang berdenting adalah air mata
Bergulir serupa kata kata
Pada kertas –kertas kusam di tanganku
Sebab perahu kita melaju berlawanan arah
Pada hampar laut yang ragu
Memaknai pelayaran
Kini hanya dua jiwa
Menatap hampa
Pada semesta senja
Satu jiwa berada di pucuk mercusuar
Di pulau seberang jiwa yang nglangut di atas geladak kayu.
Post By : Budi Rifai <budi.rifai@ZZZ – Tgl 24 Oktober 2007 Jam 19:29:32 WIB
Ditulis dalam Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by interface pada November 23, 2007
Senyum itu selalu hadir
ketika aku bersamanya
canda, tawa selalu tertata tanpa rencana
begitu manis, begitu menyenangkan
Kadang…
senyum itu menghilang tanpa sebab
begitu pahit…
begitu menyedihkan
Entah…
Senyum yang hilang…
kadang hadir kembali tanpa rasa
semua berjalan apa adanya
kembali seperti semula
Ditulis dalam Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »